Cara Keluar Dari Kesulitan

keluar dari kesulitan dengan sedekah

keluar dari kesulitan dengan sedekahMembeli Kesulitan dengan sedekah?

Sedekah kok ngarep?

Dalam sholat saja, kita boleh ngarep. Coba ingat-ingat doa kita saat duduk di antara dua sujud… Ngarep? Iya. Ngarep apa? Mulai dari petunjuk, kesehatan, sampai rezeki. Dalam sholat saja boleh ngarep, masak dalam sedekah nggak boleh, hehe…

Ketika kondisi normal, mungkin kita nggak ngarep. Kebayang kondisi lagi susah? Anak sakit. Utang melilit. Bisnis pailit. Masalah rumit. Mau ngarep kemana lagi? Woy, jawab woy! Orang biasa kalau pengen apa-apa, cuma ikhtiar. Kita mah beda, berikhtiar sekalian berdoa dan beramal. Ini keren apa keren banget?

Masih ingat kisah tiga pemuda yang terkurung di gua? Itu kondisi sulit. Lalu, apa yang mereka lakukan, setelah nyobain ini-itu? Tawasul. Ngarep. Berharap ‘cairnya fadilah’ dari amal mereka. Pemuda pertama, berharap dari fadilah berbakti. Yang kedua, berharap dari fadilah menjaga diri. Yang ketiga, berharap dari fadilah menunaikan amanah… Tawasul dan ngarep itu Allah kabulkan…

Ingat ya:

–       Berharap kepada-Nya = berdoa

–       Berharap kepada-Nya = bukti iman

–       Berharap kepada-Nya = enggan berharap ke makhluk

–       Berharap kepada-Nya = menuruti perintah-Nya karena itulah yang Dia perintahkan.

–       Bagus tho, itu semua menjadi amal tersendiri. Salahnya di mana? Di Hongkong? Hehe.

Dia yang nyuruh kita berharap. Nabi juga bilang ‘Beli kesulitanmu dengan sedekah’. Lha, giliran kita ngarep, kok jadi salah? Nggak dong. Bener, insya Allah. Kan Dia bukan PHP. Emangnya situ, suka PHP? Hehe. Kalau ngarep ke makhluk, itu yang dilarang… Sekiranya anda beda pendapat sama saya, silakan. Yang penting, anda tetap sedekah. Itu yang penting.

“Mas Ippho rajin sedekah nggak? Apa cuma ngomong mulu? Apa cuma jualan ayat?” Hehe. Nggak perlu mengaudit-audit amal orang lain. Mulai saja dari diri sendiri. Btw, saya memang sering ‘jualan ayat’ Setidaknya, terbukti pada tulisan ini. Jualan ayat? Iya, dalam artian menyampaikan ayat-Nya terus berharap upah dari-Nya. Boleh insya Allah. Ada ayatnya.

Sedekah, terus ditunjukin ke orang lain, apa boleh? Itu mah tergantung niat. Sebagian kita, sudah dikasih contoh saja, masih pelit dan takut-takut. Gimana kalau nggak dicontohin? Hehe. Nabi dan sahabat juga pernah sedekah terang-terangan. Lagi pula, setidaknya ada lima ayat yang membolehkan.

Dulu, Isa pernah menolong orang sakit dan itu terlihat oleh orang banyak. Dulu, Buddha pernah menolong orang susah dan itu terlihat oleh orang banyak. Apa situ berani ngatain Nabi Muhammad, Isa, dan Buddha itu lagi pencitraan? Hehe, kalau berani, awas lho. Ntar saya sambit pakai sandal, hehe. Karena tindakan terang-terangan ini menjadi syiar, motivasi, dan inspirasi bagi yang lain. Juga menjadi contoh yang baik alias uswatun hasanah. Boleh, insya Allah.

Sudah, sudah. Baca mulu. Sedekah sana!

Ippho santosa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *